SUARA NEGERI | JAKARTA — Ahli Forensik Digital, Dr.Eng Rismon H. Sianipar, S.T, M.T, M.Eng menantang UGM untuk menunjukkan integritasnya atas kebenaran, terkait ijazah Jokowi yang diduga palsu.
"Jangan mau di dikte dengan kekuatan politik, karena UGM itu milik rakyat, apapun itu ras, agama dan identitasnya," kata dia, disitat dalam Channel YT miliknya, pada Sabtu (29/3).
Menurutnya, tidak boleh UGM menjadi alat kekuasaan atau politik, itulah yang kita harapkan dari UGM untuk setidaknya mengklarifikasi atas kepalsuan Ijazah Jokowi.
"Saya berani bertaruh 100 Miliar persen itu ya ijazah palsu, berapa kali saya videokan ya," katanya.
Pakar forensik digital yang pernah menjadi saksi ahli dalam kasus kopi sianida ini juga mengungkap sejumlah temuan terkait ijazah Jokowi.
Ia menyebut tidak adanya daftar penguji skripsi yang membuatnya bingung. Padahal, saat konferensi pers dekan dari fakultas kehutanan, saat itu Dr Sigit harusnya kan sensitif, ada pertanyaan disitu ..lho itu skripsi kok tidak ada daftar pengujinya ya?
"Cuma ada halaman sampul dan setelah itu ada prakata. Dan itu saya lihat sendiri datang ke UGM dan tidak ada daftar penguji dalam skripsi itu. Siapa yang menguji Joko Wododo?," ujarnya.
Bayangkan, lanjut Rismon, jika ada seseorang Lulusan UGM tanpa ada penguji, itulah yang saya lihat susunannya.
"Kok bisa sebuah skripsi yang isinya halaman judul tanpa pembimbing, dan seharusnya skripsi itu tidak bernilai apapun jika tidak diuji," jelasnya.
"Dan di dalam skripsi itu harus ada lembar pengesahan penguji. Itu harus .. lembar pengesahan yang isinya siapa dosen pengujinya, berapa orang? Dan kapan dilakukan dan disitu di tanda tangani. Ini tidak ada!," pungkas Rismon tak habis pikir. (R/01)